Showing posts with label Jurnal Akademik. Show all posts
Showing posts with label Jurnal Akademik. Show all posts

Monday, October 25, 2021

Menulis Artikel Argumentasi

 


Menulis Artikel Argumentasi
 

https://rajabacklink.com/refferal.php?q=916cb4b04f32e307ee2a5c32c8d4f7b76c5093a3d4e71ab64b

Artikel koran adalah karya tulis populer argumentatif yang berisi ulasan peristiwa, kebijakan atau pendapat yang aktual. Karena itu untuk dapat menulis artikel di koran dengan baik setidaknya ada dua hal penting yang harus dimiliki oleh seorang penulis: pengetahuan tentang penalaran dan pengetahuan bahasa tulis.

 

Kita tentu setuju bahwa bahasa mempengaruhi pikiran, dan demikian juga pikiran mempengaruhi bahasa. Maka, untuk menghasilkan karya tulis di koran yang baik, tidak bisa tidak kita harus meningkatkan kemampuan bernalar kita, dan juga kemampuan berbahasa kita, dalam hal ini bahasa tulis.

 

Untuk meningkatkan kemampuan penalaran dan pengetahuan bahasa tak ada jalan lain kecuali dengan membaca. Dengan membaca kita  mendapatkan ide atau hal-hal yang akan kita tuliskan, karena menulis adalah merekam, menyimpan dan mendokumentasikan apa yang kita baca, mengonstruksinya, menata kembali, kemudian memproduksi sesuatu yang bermanfaat.


Peta Ide

Untuk membuat peta ide ada beberapa hal yang perlu kita lakukan.

Langkah Pertama

- Menuliskan Ide penulisan. Ide penulisan ini   utamanya didapat melalui membaca. Untuk mendapatkan ide tulisan  yang harus kita lakukan adalah menuliskan apa yang kita baca. Inilah langkah pertama yang amat penting.

- Penulisan apa yang kita baca tersebut usahakan menggunakan bahasa kita sendiri, tentu saja kita boleh mengutif kata-kata penting dari sumber bacaan kita, namun tetap harus diusahakan menggunakan bahasa yang bersifat pribadi. Tujuannya adalah agar tulisan yang akan kita tulis nantinya bersifat pribadi.

- Menuliskan apa yang kita baca tersebut sebaiknya dilakukan secara bebas, artinya apa saja yang ingin kita tulis, kita bisa menuliskannya, tanpa perlu melakukan perbaikan. Abaikanlah sistematika penulisan pada fase ini, dan tuliskan apa saja ide yang kita dapatkan melalui bacaan kita. Bahkan, jika ada ide-ide lain diluar apa yang kita baca, kita boleh menuliskan ide-ide tersebut. Singkatnya, segala hal yang ada di benak kita boleh dituliskan.

- Setelah selesai menulis, tinggalkan tulisan tersebut, dan kembalilah pada esok harinya. Namun, jika ide-ide yang kita tulis itu tidak terlalu banyak, bisa saja kita kembali melihat tulisan tersebut setelah beberapa jam.

 Langkah Kedua

Ide-ide yang telah kita tuliskan pada langkah pertama, sekarang kita susun secara sistematis. Kategorikanlah dari ide-ide tersebut yang memiliki hubungan. Setelah itu tetapkanlah mana yang merupakan ide utama dan ide pendukung. Atau mana yang dapat menjadi controlling idea, dan mana yang merupakan supporting idea.

 

Menyusun Struktur Argumen

Untuk menuangkan pikiran kita dalam bahasa tulisan, kita memerlukan pola penalaran yang baik, agar tulisan kita nantinya dapat dimengerti pembaca. Mengenai pola penalaran ini Toulmin membaginya dalam 6 bagian, yakni :

 

1. Pendirian

2. Data/dasar

3. Dasar Kebenaran

4. Dukungan

5. Modalitas

6. Sanggahan

 

 

Contoh.

 

Banyak Individu mengalami frustasi pada masa Orde Baru karena ketatnya larangan berekspresi politik.

 

Dengan mengikuti logika formal entimen tersebut berasal dari silogisme berikut.

Premis mayor: Individu yang dilarang berekspresi mengalami frustasi

Premis minor : banyak individu dilarang berekspresi politik pada masa Orde Baru

Kesimpulan: Banyak individu mengalami frustasi pada masa Orde Baru.

Banyak Individu mengalami frustasi pada masa Orde Baru. (Claim)

Banyak individu dilarang berekspresi politik pada masa Orde Baru (Stated Reason)

 

Data penelitian atau kasus-kasus pembredelan, pembubaran aksi unjuk rasa, dll. (Grounds, Data/dasar) Ini adalah data milik penulis yang diproleh melalui penelitiannya. Penulis bisa membayangkan pembaca yang bertanya apa yang ia maksud dengan larangan berekspresi.

 

Individu yang dilarang berekspresi akan memperlihatkan gejala frustasi (Warrant, Dasar kebenaran) Berfungsi menghubungkan Data dengan claim yang diajukan penulis. Ini adalah suatu pernyataan umum.

 

Hasil-hasil penelitian tentang hubungan antara ekspresi dan kondisi individu. (backing, dukungan) Penulis membayangkan pembaca yang mempertanyakan warrant-nya. Penulis bisa mendukung warrant dari hasil penelitian sendiri maupun pustaka.

 

Qualifier, Modalitas.  Dengan digunakannya kata “banyak”. Artinya penulis tidak ingin membuat pernyataan tentang semua individu.

 

Kecuali bagi individu yang mempunyai sarana dan kemampuan untuk mengalihkan ekspresi politik mereka kedalam ekspresi lain. (Condition for Rebuttal, sanggahan) penulis membayangkan pembaca yang bertanya: Apakah tidak mungkin ada pengecualian? Bila ada, apa dasar pengecualian itu?


Pendirian, Data/dasar, dan Dasar kebenaran merupakan unsur utama penalaran, sedangkan tiga unsur lainnya merupakan unsur pelengkap. Karena itu buatlah struktur tulisan kita tersebut memenuhi pola penalaran Toulmin, yakni setelah kita menetapkan pendirian kita, tesis, atau hipotesa, tunjukkanlah bukti-bukti yang mendukung, atau yang meneguhkan, kemudian baru kita membuat kesimpulan.


https://www.binsarhutabarat.com/2021/10/menulis-artikel-argumentasi.html

Friday, October 23, 2020

Kiat Menentukan State of The Art Naskah Jurnal Akademik

 




Bingung Menentukan State of The Art Naskah Jurnal Akreditasi?

Tanpa kebaruan, sebuah naskah jurnal tentu akan mengalami penolakan. Mengingat jurnal adalah catatan harian para ilmuwan. Membaca jurnal berarti membaca jejak para ilmuwan dalam mendedikasikan ilmuanya untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi seorang cendikiawan bukanlah sekadar bergelar doktor, tapi sejauh mana ia dapat memainkan perannya dalam pembangunan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

 

 

Panitia penyelenggara, Binsar Hutabarat Institute meyakini, Indonesia bisa menghasilkan artikel-artikel bermutu yang memberikan kontribusi penting, bukan hanya untuk kemajuan Indonesia tapi juga dalam lingkup yang lebih luas, yakni dalam hubungan antar bangsa, jika antusias meneliti dan menulis karya ilmiah terawat dengan baik.

 

Pembahasan Kiat Menentukan Topik Karya Ilmiah untuk Jurnal Akademik dimulai dengan memaparkan topik-topik yang bisa dipilih oleh peserta dalam menulis artikel ilmiah akademik. Mulai dari topik yang umum, sampai pada topik yang khusus ditampilkan oleh pembicara.

 

Mengenai pentingnya pemilihan topik yang tepat ini juga dilukiskan oleh pembicara dengan menampilkan topik-topik yang diminta jurnal-jurnal ilmiah ketika memberikan undangan penulisan. Narasumber memaparkan bahwa undangan penulisan jurnal selalui disertai pilihan topik.

 

Penulis jurnal perlu melihat kemampuan atau keahliannya ketika menetapkan topik tulisan. Keahlian penulis bisa terlihat dari karya ilmiah pada karya akhir penulis. Pilihan topik juga mesti disesuaikan dengan mata kuliah yang diajarkan, jika penulis adalah seorang dosen, karena itu berhubungan dengan persyaratan kenaikan jabatan fungsional.

 

Dr. Binsar Hutabarat menjelaskan bahwa, jika penulis mampu membuat ikhtisar atau abstrak yang memenuhi persyaratan sebuah abstrak yang baik, maka ada jaminan bahwa penulis menguasai topik yang akan di tulis.

 

Binsar Hutabarat juga menjelaskan bahwa sebaiknya peserta menuliskan ikhtisar terlebih dulu, baru kemudian menulis abstrak. Setelah itu untuk memastikan bahwa data-data tersedia, maka penulis memasukkan data-data yang kedalam template jurnal yang disediakan pengelola jurnal.

 

Apabila seluruh template yang berisi bab dan sub bab itu dapat ditemukan data yang memadai dari hasil bacaan penulis atau riset awal, maka dapat dipastikan bahwa topik karya ilmiah akademik yang ditentukan itu akan dapat dituntaskan penulis.

 



https://www.binsarhutabarat.com/2020/10/hari-kedua-pertemuan-pelatihan-menulis.html

Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2020/10/kiat-menentukan-state-of-art-naskah.html


Sejarah Pemikiran Kristen

        KULIAH UMUM APSIK   => "Sejarah Pemikiran Kristen." "Misteri Kesatuan Gereja: Dogma Menyatukan Gereja Atau Memecah...