Tuesday, February 8, 2022

Isolasi Mandiri Hari ke 4

 


Isolasi Mandiri Hari ke 4

Memiliki pengharapan kepada Tuhan pada masa sulit covid-19 merupakan kunci untuk tetap kuat melewati hari-hari yang tidak mudah, apalagi untuk mereka yang terpapar covid-19.

Malam, 8 Februri 2020 suhu tubuhku Kembali naik, pada umumnya kami semua mengalami pengalaman yang sama, hanya saja aku baru mengalaminya beberap hari kemudian. Suhu tubuh yang naik, disertai meriang, nyeri dan radang tenggorokan yang belum juga berhenti membuat aku tak dapat tidur lelap. Apalagi hampir setiap jam aku perlu bangun dari tidur karema terganggu batuk, dan kemudian minum untuk melegakan tenggorokkan.

Keringat dingin lebih banyak keluar pada pagi ini 9 Februari 2022, tubuhku terasa lemah, dan alhasil taka da kegiatan yang dapat alu lakukan, selain tidur berbaring, tentunya setelah mandi, makan minum obat dan berbagai macam vitamin.

Menjelang sore kebosanan menguasai aku, maka aku keluar dari tempat tidur, duduk-duduk, dan kemudian tanganku Kembali menuliskan laporan isolasi mandiri. Ini adalah hari ke empat.

Dukungan doa teman-teman melakui hp senpat say abaca, dan saya balas secukupnya, sesuai dengan kondisi tubuh yang masih enggan melakukan aktivitas fisik.

Hari ini berbagai jenis makanan berdatangan ke tempat kami, berbagai jenis bua-buahan dan juga obata-obatan serta vitamin tersedia dengan cukup, yang masalah adalah bagaimana menghabisinya, Bersyukur dalam kesulitan isolasi mandiri kami tidak mengalami kesulitan untu memenuhi kebutuhan makanan, minuman, obat-obatan dan vitamin.

Kiranya anugerah Tuhan menolong kami untuk tetap sabar menerima keterbatasan gerak pada masa isolasi mandiri, apalagi kondisi tubuh juga mengharuskan demikian. Aku berharap mala mini lebih baik. Tuhan dumuliakan.

Dr, Binsar A. Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2022/02/isolasi-mandiri-hari-ke-4.html

Monday, February 7, 2022

Isolasi Mandiri Hari ke 3

 



Isolasi Mandiri Hari ke 3

Minggu malam badanku terasa hangat, sakit kepala yang menyertai datangnya demam, membuat kondisi tubuhku lebih kurang baik dari hari-hari sebelumnya, apalagi disertai rasa nyeri dan menggigil,  Itulah yang terjadi pada malam hari ketiga kami melakukan isolasi mandiri.

Senin 7  Februari, saat bangun pagi tubuh teras lemah, keringat dingin membuat tubuhku tak nyaman. Hampir sepnjang malam aku tak dapat tidur lelap. Badanku meriang, menggigil, nyeri dan lemas, kejadian yang tak pernah aku sangka sebelumnya. Aku piker setelah kondisi kami semakin baik, maka semua kami akan menjadi lebih baik. Kondisi tubuhku justru menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Pagi hari dalam kondisi lemas saya memaksakan diri untuk membuka link zoom rapat, tapi host saya serahkan kepada teman, kuatir saya tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara rapat. Makan pagi, minum obat, vitamin rutin aku lakukan, bahkan dosis pertama obat-obatan telah habis ku telan untuk memeroleh kesembuhan. Siang ini dosis obat baru datang dari Puskesmas. Aku pun siap menelannya untuk menguatkan imun tubuh.

Kebutuhan makanan minuman dan buah-buahan mengalir dari berbagai pihak, memang ada beberapa jenis makanan yang kami tambahkan via gofood untuk mendongkrak nafsu makan kami. Tapi, setidaknya itu tercukupi, meski kelemahan tubuh masih terasa. Hari ini saya mandi pagi dan sore dengan air hangat.

Menantikan kesembuhan memang butuh kesabaran, sukacita Tuhan menjadi andalan. Tuhan yang berdaulat tentu akan memberikan yang terbaik.  Kiranya kesembuhan dari Tuhan menjadi bagian dari kami, begitu juga mereka yang positif covid-19.


Dr. Binsar A. Hutabarat 

Kuliah Umum

      https://www.binsarinstitute.id/2026/07/kuliah-umum.html