Sunday, March 13, 2022

Ut Omnes Unum Sint




Ut Omnes Unum Sint 
Supaya mereka semua menjadi satu


 Supaya mereka semua menjadi satu adalah perintah Yesus kepada semua murid-muridNya.

Umat Kristen telah disatukan oleh Kristus dalam kematian Kristus. Dalam kematian Kristus semua orang dibenarkan, di dalam Kristus semua manusia tidak ada perbedaan.

Itualah sebabnya kita  senantiasa perlu berjuan memelihara kesatuan yang telah dianugerahkan Tuhan itu. Yesus yang satu itu mati untuk semua, dan semua kita yang berada dalam kristus perlu bergandengan tangan memuliakan yang satu, yaitu Yesus Kristus.

Persatuan umat Kristen perlu diwujudkan pada dasar yang benar, yaitu oleh karena Kristus yang menyatukan, maka seluruh umat Kristen, umat manusia perlu merawat persatuan sebagai sesama ciptaan Tuhan, dan sebagai anggota tubuh yang satu, yaitu tubuh Kristus.

Pada kenyataannya, umat Kristen menjadi satu bukan melulu karena karya  Roh Kudus, tetapi karena kekerasan, atau penyerangan bertubi-tubi yang diarahkan pada gereja. Apabila itu yang menjadi dasar mengapa umat Kristen menjadi satu, maka itu adalah kesatuan yang semu.

Pada masa gereja mula-mula, orang-orang Kristen enggan menyebar untuk kemudian memberitakan Injil. Berkumpulnya umat Kristen pada satu tempat (Yerusalem) telah mengakibatkan berkat Allah tak menyebar kepada bangsa-bangsa lain. Karena keegoisan umat kristen itulah Tuhan mengijinkan penganiayaan terjadi pada orang –orang Kristen, dengan maksud  agar orang-orang Krisetn menyebar dan memberitakan Injil. 

Ketika umat Kristen berkumpul, bukan berarti mereka menyatu, tidak produktifnya perkumpulan tersebut bisa menjadi pertanda, itu adalah persatuan yang semu. Berdiamnya umat Kristen di Yerusalem adalah persatuan yang semu, yakni berkumpul untuk menghindar dari ancaman dunia yang tak bersahabat.

Pada masa kini, persatuan yang semu diantara orang Kristen terlihat dalam perpindahan anggota gereja (organisasi gereja). Anggota jemaat yang pindah harus rela  menerima pembaptisan ulang. Itu mengindikasikan, cara-cara baptisan yang berbeda lebih utama dibandingkan pada atas nama siapa orang Kristen itu di baptis.

 Disini jelah terlihat meski kita menyatakan bahwa kita adalah satu, pada praktiknya kita tidak disatukan diatas nama kepala gereja, yaitu Yesus Kristus. Sebaliknya, denominasi gereja yang beragam itu  masih lebih mengutamakan institusi gereja (denominasi) dibandingkan Sang Kepala gereja. 

Kiranya kita dapat Kembali pada realitas kesatuan gereja yang sesuangguhnya, yaitu sebagai anggota tubuh kristus. Persatuan gereja ini dapat menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat dunia yang satu, yakni satu sebagai ciptaan Yang Maha Kuasa.


https://www.binsarhutabarat.com/2022/03/ut-omnes-unum-sint.html



Saturday, March 12, 2022

Asosiasi Program Studi Teologi

 


Asosiasi Program Studi Teologi 

Pertemuan persiapan pembentukan Asosiasi Program Studi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen telah berlangsung selama tiga kali, dalam satu bulan terakhir ini, demikian ungkap Dr. Binsar Antoni Hutabarat.

Pada  pertemuan pertama dilakukan diskusi tentang kebutuhan pendirian asosiasi program studi dengan mengundang Dr. Daniel Nuhamara, asesor senior pendidikan tinggi keagamaan Kristen.

Pada pertemuan kedua yang dihadiri perwakilan dosen dari berbagai pendidikan tinggi teologi Sabtu 5 Maret 2022  disepakati perlunya pembentukan pengurus Asosiasi Program Studi.

Pembentukan asosiasi program studi teologi dan pendidikan agama Kristen itu secara khusus merespons terbitnya, Keputusan Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama tentang Penetapan Kurikulum Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Tanggal 6 April 2021. 

Mengingat penetapan mata kuliah wajib yang mencirikan sebuah program studi perlu ditetapkan oleh asosiasi program studi sejenis, maka pembentukan asosiasi program studi sangat dibutuhkan.

 Asosiasi akan segera Menyusun Penetapan Capaian Pembelajaran Jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) yang sangat dibutuhkan dalam penilaian terkait kurikulum mengacu Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesi pada akreditasi program studi.

Sabtu, 12 Maret 2022 telah dilakukan pemilihan pengurus asosiasi Program Studi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen sebagai pendiri asosiasi program studi untuk mendapatkan kegalitasnya. 

Ketua pendiri Dr.. Binsar Antoni Hutabarat juga mengungkapkan bahwa panitia pendiri juga telah membuka pendaftaran baik secara individu atau institusi untuk menjadi anggota asosiasi Program Studi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang ditetapkan kelahirannya pada 2 Mei mendatang.

Pelantikan pengurus Asosiasi Program Studi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen rencananya digelar bersamaan dengan Konferensi Asosiasi Program Studi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang rencananya berlangsung pada bulan Agustus, sebagai ungkapan harapan terwujudnya Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar pada Program Studi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen.


Sumber: B.A. Hutabarat


https://www.binsarhutabarat.com/2022/03/asosiasi-program-studi-teologi.html


Kuliah Umum

      https://www.binsarinstitute.id/2026/07/kuliah-umum.html