Friday, October 30, 2020

Menunggu Kedatangan Yesus

             




 Menunggu Kedatangan Yesus

Sebab mereka sendiri bercerita tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedgan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang. (I Tesalonika 1:9-10) .

              

Rasul Paulus mengingatkan Jemaat Tesalonika agar tetap bekerja, melayani Tuhan, dengan melakukan pekerjaan sehari-hari sambil menunggu kedatangan Tuhan, “Bekerja sambil menunggu, Menunggu sambil bekerja.”Sebuah hidup Kristen yang seimbang.

Pekerjaan iman yang dilakukan oleh umat pilihan Tuhan ketika mereka berbalik kepada Allah adalah untuk kemuliaan Allah. Itu adalah sebuah ekspresi kasih kepada Allah dan sesama. Pekerjaan kasih umat Kristen sejatinya menjadi teladan terhadap sesama umat Kristen yang memberkati sesama umat manusia.

 

Pekerjaan kasih  yang dilakukan umat Kristen berhubungan langsung dengan kehidupan mereka yang  hidup dalam firman Allah, dan usaha menunaikan mandat Allah untuk memberitakan Kabar baik, yaitu tentang kematian Kristus di kayu salib yang mendamaiakan manusia berdosa dengan Allah.

 

Umat Kristen percaya bahwa Yesus yang akan datang kembali pada akhir zaman. Karena itu umat Kristen sepatutnya menantikan akhir zaman itu dengan sukacita, karena pada waktu itu mereka akan  bertemu dengan Yesus Kristus yang adalah juruselamat mereka.

 

Umat Kristen mengharapkan, dan menunggu kedatangan Yesus  dengan pengharapan sukacita, karena mereka akan dibebaskan dari murka Allah yang akan datang, “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga , entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia” ( I Tesalonika5: 9-10).

 

Pengharapan Kristen


Umat Kristen yang hidup di dalam Allah memiliki hidup yang penuh pengharapan, “Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya kita taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”( I Petrus 1:2-3). Selanjutnya Epesus 1:12 mengatakan, “Supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, noleh menjadi puji-pujian bagi kemulian-Nya.”

 

Umat Kristen adalah umat dari Allah yang hidup. Tubuh setiap umat Kristen adalah bait Allah yang hidup, dan Roh Kudus tinggal di dalam hidup setiap orang yang percaya kepada Kristus. Karena itu gereja adalah milik Allah yang hidup. Dan karena gereja-Nya itu, Allah akan menyiapkan “Kota Allah yang Hidup” untuk ditempati gereja-Nya, “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem Sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah”. (Ibrani 12:22).

 

Menunggu Kedatangan Yesus bukan Menunggu tanda-tanda

 

Orang Kristen menunggu kedatangan Yesus, tetapi orang-orang Kristen tidak menunggu tanda-tanda, karena tanda-tanda itu hanya menunjukkan bahwa Yesus pasti akan datang.


Dr. Binsar Antoni Hutabarat

https://www.binsarhutabarat.com/2020/08/menunggu-kedatangan-yesus.html

 

Metode Penelitian Kualitatif





 Metode Penelitian Kualitatif

Metode Penelitian Kualitatif memiliki struktur yang berbeda dengan metode penelitian kuantitatif.
 

 

Berikut ini adalah outline penelitian kualitatif.

 

 I. PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

   B. Fokus Penelitian

   C. Pembatasan Masalah

    D. Kegunaan Penelitian

  

II. KAJIAN TEORETIK

    A. Deskripsi Konsep Fokus dan Subfokus penelitian

     B. Hasil penelitian yang relevan

 

 III.  METODOLOGI

    A.  Tujuan Penelitian

    B.  Tempat dan waktu penelitian

    C.  Latar Penelitian

    D.  Metode dan Prosedur Penelitian

    E.  Data dan Sumber Data

    F.    Teknik dan Prosedur pengumpulan data

    G.  Prosedur analisis data

    H.  Pemeriksaan  keabsahan data

          1. Kredibilitas (derajat kepercayaan)

          2. Transferabilitas (keteralihan)

 

3. Dependabilitas (kebergantungan-perubahan-perubahan yg terjadi pada setting)

     4. Konfirmabilitas (kepastian-objektivitas, dengan cek dan recek kembali data, dan mendeskripsikan contoh-contoh  negatif))

 

IV.  HASIL PENELITIAN  

     A.  Gambaran Umum tentang Latar Penelitian

     B. Temuan-temuan penelitian  

            1. Sub Fokus 1

            2. Sub Fiokus 2

            3. Sub Fokus 3

            4. Sub Fokus 4

                 dst.

 V.    PEMBAHASAN TEMUAN PENELITIAN

        A.  Sub Fokus 1

        B. Sub Fokus 2

        C. Sub Fokus 3

        D. Sub Fokus 4

             dst.

V. SIMPULAN DAN REKOMENDASI  

     A. Kesimpulan

     B. Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA

Lampiran 1. Pedoman Observasi

Lampiran 2. Pedoman wawancara

Lampiran 3. catatan Lapangan Hasil Observasi

Lampiran 4. Catatan Lapangan Hasil Wawancara

Lampiran 5. Dokumen Pensdukung (Foto dan dokumen)

Lampiran 6. Hasil Analisis Data

   

Karakteristik Metode Kualitatif

Study Interpretatip (Interpretative study)

*   Holistik

*  Latar Alamiah (Natural setting)

*  Peneliti sebagai instrumen kunci

*  Sumber data (multiple) dalam bentuk kata-kata

*  Analisis data secara induktif

*  Fokus pada perspektif partisipan, makna dan pandangan-pandangannya

*   Emik (Native point of view)

*  Disain penelitian lebih bersifat tidak ketat/bisa berubah

*   Bingkai penelitian pada perilaku subjek dan keyakinan /belief, dalam konteks sosial

 

 

Beberapa asumsi dasar yang perlu dipahami terkait dengan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut.

 

Asumsi Dasar penelitian Kualitatif

 

1. Asumsi Ontologis

      Apa karakteristik dan bagaimana bentuk realitas?

           - Realitas adalah subjektif dan multiple,

            seperti yang dilihat partisipan yang diteliti

          - Contoh : Peneliti menggunakan kutipan-

             kutipan dan tema-tema dalam kata-kata

             partisipan dan bukti-bukti  dari sejumlah perspektif yang berbeda

2. Asumsi Epistemologis

    Asumsi yang mempertanyakan hubungan antara peneliti dengan objek kajian/yang diteliti

        - Peneliti berupaya mengurangi jarak   

          dengan dengan subjek yang diteliti

        - Contoh: Peneliti berkolaborasi, “spends

          time in field with participants”, dan

          menjadi “insider”

 

3. Asumsi Aksiologis

     Asumsi yang mempertanyakan peranan system nilai dalam suatu penelitian (kualitatif bersifat value-laden/value-bound)

        - Peneliti mengakui bahwa penelitian adalah

          value-laden (sarat nilai) dan bias-bias adalah

           dimungkinkan ada

       - System nilai yang dianut peneliti akan      mempengaruhi pola pikirnya dalam berbagai  aktivitas penelitian yang dilakukannya

       - Contoh: Peneliti berusaha melakukan mendiskusikan nilai-nilai yang membentuk uraian narasinya dan termasuk kaitan antara interpretasinya dengan interpretasi partisipan.

 

4. Asumsi Metodologis

      Asumsi yang mempertanyakan bagaimanakah proses penelitian itu dilaksanakan (Atau bagaimanakah realitas yang akan diteliti  diketahui)

        - Karakteristik : Peneliti menggunakan logika  induktif, studi topik dalam konteksnya, dan menggunakan disain yang bersifat emergensi

 - Contoh: Peneliti bekerja secara rinci sebelum membuat generalisasi, deskripsi rinci konteks studi, dan secara kontinu melakukan revisi-revisi pertanyaan-pertanyaan dari pengalaman-pengalaman di latar penelitian


https://www.binsarhutabarat.com/2020/10/metode-penelitian-kualitatif.html

  

Kuliah Umum

      https://www.binsarinstitute.id/2026/07/kuliah-umum.html