Saturday, December 3, 2022

Selamat Natal, Terang Masih Bersinar

 Thema:  Terang Masih Bersinar!  (Yohanes 1:9)

Sub Thema: Terimalah Terang Kristus dan Jadilah Anak-anak Allah! 




Natal merupakan berita tentang Inkarnasi Firman menjadi manusia. Firman sumber terang dan kehidupan itu hadir mengusir kegelapan dalam dunia, memberikan pengharapan hidup kekal pada manusia yang hidup dalam kegelapan dan tanpa harapan.


Terang Masih Bersinar

Alkitab melaporkan, “gelap gulita menutupi samudera raya” (Kejadian 1:2). Alkitab lebih lanjut menjelaskan, Berfirmanlah Allah, “jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Firman menghadirkan terang di  bumi, proses penciptaan kehidupan terjadi. Semua yang diciptakan Allah baik adanya.

Kejahatan hadir di Eden karena Adam dan Hawa mengingkari kebergantungannya pada Allah. Adam dan Hawa menolak Allah yang berdaulat di Eden. Mereka memproklamasikan kedaulatan manusia, sekaligus menyatakan ketundukan pada kegelapan di Eden. Tapi, syukurlah Oleh karena kasihNya, Allah mengusir Adam dan Hawa dari Eden. Adam dan Hawa tak harus mengalami kematian kekal jika memakan buah pohon kehidupan.

Kegelapan menguasai dunia, seluruh mahkluk meratapi penderitaan berada dalam kuasa kegelapan. Adan dan Hawa melepaskan otoritas Allah dengan menundukkan diri pada kegelapan. 

Allah menjanjikan terang untuk mengusir kegelapan dan  mengalahkan maut. Terang yang menelan kegelapan itu hadir pada saat Natal. Kelahiran Yesus Kristus. Dunia yang berada dalam kegelapan telah melihat terang Kristus saat Natal (Yohanes 1:9). 

Darah Yesus menjadi tebusan bagi manusia yang berada dalam belenggu kegelapan. Mereka yang percaya pada pengorbanan Yesus di salib telah menerima terang Kristus, menjadi anak-anak Allah. Terang Masih Bersinar!


Kegelapan sudah kalah (Yohanes 1:5)

Kegelapan berusaha membinasakan Terang Kristus, tapi penyaliban Yesus justru merupakan proklamasi kekalahan kegelapan. Penyaliban Yesus menelan kegalapan,  kematian dan kebangkitan Kristus membuktikan kegelapan tidak dapat menguasai terang (Yohanes 1:5), terang Kristus kian bersinar. Itulah sebabnya iblis berteriak ketakutan pada saat darah Yesus tercurah di kayu salib.

Pertarungan antara gelap dan terang masih berlangsung hingga saat ini.  Pertarungan itu akan berhenti saat Yesus datang sebagai raja untuk menghakimi bumi. Pertarungan gelap dan terang makin menjadi-jadi pada hari-hari terakhir.Iblis dan roh-roh jahat kian kalap menantikan hari terakhir.

Kegelapan tak pernah tinggal diam, kegelapan terus berusaha menguatkan belenggunya agar mereka yang terbelenggu itu merasa nyaman menikmati kegelapan, atau merasa takut membebaskan diri dari belenggu kegelapan dengan berbagai tipu muslihat iblis dan roh-roh jahat. 


Sang Terang, akan datang

Pada saat yang sama mereka yang hidup dalam terang belum melihat terang yang sempurna . Mereka yang hidup dalam terang itu masih menantikan kehadiran terang yang sempurna di surga kekal.

Mereka yang menerima terang itu perlu terus bergantung pada Kristus dalam penguasaan Roh Kudus. Itulah sebabnya Alkitab mengingatkan agar berjaga-jaga, dan melawan iblis dan roh-roh jahat. 

Dalam kemenangan Kristus, mereka yang menerima terang itu mengalami pertarungan yang tampaknya mengerikan, tapi kemenangan Kristus akan menjaga mereka dari terkaman si jahat. 

Kristus telah membuat iblis dan roh-roh jahat ibarat singa ompong dengan aum-nya yang tetap menakutkan, tapi tak mampu menerkam mereka yang berada dalam terang Kristus.

Kegelapan yang kalap menantikan hari akhir itu, berusaha meghabisi siapa saja. Tapi, kegalapan itu sudah kalah. Kegelapan tidak bisa berbuat semena-mena. Terang itu telah menelan kegelapan, mereka yang dalam terang terluput dari amukan iblis dan roh-roh jahat. Terang Masih Bersinar!

Selamat Menyambut Natal!

Sunday, November 27, 2022

Apa Tujuan Allah Menciptakan Manusia

 

Allah menciptakan manusia agar manusia hanya menyembah Allah saja. Manusia yang menyembah Allah itu sepatutnya hidup memuliakan Allah dalam kebersamaan dengan sesamanya.

Taman Eden menjadi tempat bagi manusia untuk hidup bersama menikmati ciptaan tuhan. Tapi, menusia lebih memilih mengikuti keinginan iblis, akibatnya Adam dan Hawa bukannya hidup saling tolong menolong, justru hidup saling menyalahkan. Puncaknya, manusia menyalahkan Allah di taman tempat Allah berdaulat penuh.

Manusia dan Keabadian

Alkitab secara terang bederang melukiskan rencana kasih Allah serperti berikut: “Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya demikianlah manusita itu menjadi makhluk yang hidup (Kejadian2:7). 

Napas hidup itu merupakan roh manusia yang berasal dari Allah yang bersifat kekal. Manusia yang mendapatkan nafas hidup dari Allah itu sepatutnya hidup bergantung pada Allah untuk hidup memuliakan Allah.

Yakobus 4 ayat 6 menjelaskan lebih lanjut, “Roh yang ditempatkanAllah di dalam diri kita itu-di-inginiNya dengan cemburu! “Allah tidak membinasakan manusia dalam keabadian, itulah sebabnya manusia dikeluarkan dari Eden agar tidak memakan buah pohon kehidupan, manusia tidak perlu hidup di luar Allah dalam keabadian. 

Karena Kasih Karunia

Kasih karunia Allah puncaknya mewujud dalam pengorbanan Yesus pada Salib. Yesus menanggung hukuman dosa kekal yang diperbuat daging manusia. Roh manusia yang kekal karena berasal dari Allah yang kekal itu dapat memiliki hidup dalam tubuh keabadian setelah tubuh yang fana itu binasam dan Allah menggantikannya dengan tubuh baru yang abadi.

Roh manusia tidak perlu mengalami hukuman kekal karena terpenjara dalam dosa daging. Tipu daya iblis berakhir pada salib, Yesus menanggung seluruh hukuman dosa manusia.  Allah menimpakan dosa yang meripakan buah keinginan daging pada Tubuh Yesus. Roh manusia yang terpisah dari daging saat kematian akan mendapatkan tubuh baru, Dengan tubuh baru itu manusia dapat hidup selama-lamanya bersama Allah dalam surga kekal.

Hidiup dalam Rencana Allah

Rencana Allah yang indah untuk manusia dapat hidup bersama dengan damai,  secara bersama-sama melayani Allah yang mulia, menikmati seluruh kekayaan Allah yang melimpah pada surga kekal mestinya menjadi motivasi untuk umat Kristen hidup bersama dengan damai dalam dunia yang kian rapuh, dengan banyaknya bencana alam, bencana penyakit, belum lagi gairah perang yang masih merasuki manusia seperti tragedi perang Rusia dan Ukraina.

Janji surga kekal, yang membangkitkan kerinduan untuk menikmati seluruh kekayaan Allah bersama Allah dan sesama, perlu menjadi landasan untuk menguatkan perjuangan bersama, mewujudkan kesejahteraan bersama pada dunia milik Tuhan. Itu perlu kita kerjakan mulai hari ini!


https://www.binsarhutabarat.com/2022/11/apa-tujuan-allah-menciptakan-manusia.html


Turnamen Catur Bekasi

  https://www.binsarinstitute.id/2026/07/turnamen-catur-bekasi.html