Doa Lintas Agama Dan Kepercayaan Untuk Keadilan Bagi Nadiem Makarim
Sila pertama dari Pancasila mengatakan kepercayaan rakyat Indonesia terhadap sesuatu yang ilahi yang disepakati bersama rakyat Indonesia menyebutnya ketuhanan Yang Maha Esa. Agama-agama, kepercayaan ataua agama budaya masyarakat Indonesia sepakat bahwa yang berdaulat atas bumi, dan tanah air Indonesia adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Pada keyakinan sila ketuhanan Yang Maha Esa itulah menurut saya kita perlu membawa pengadilan Nadiem Makarim dalam kedaulatan Tuhan Yang Maha Esa agar terwujud pengadilan yang bersih, transparan, adil dan bermartabat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur serta bersatu di dalam ikrar bersama Kemerdekaan Indonesia.
Mari kita berdoa di atas dasar keyakinan ketuhanan Yang Maha Esa untuk pengadilan yang bersih, transparan, adil dan bermartabat dan terhindar dari makelar kasus yang sempat menodai pengadilan Indonesia.
Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang kami sebut dalam sila pertama Pancasila, ketuhanan Yang Maha Esa. Apapun sebutan agama dan kepercayaan terhadap sesuatu yang ilahi, pencipta langit dan bumi, kami percaya bahwa Dikau adalah Allah yang berkuasa atas seluruh ciptaan, termasuk seluruh rakyat Indonesia yang merindukan hidup menjadi masyarakat adil dan makmur.
Kiranya kemuliaan Tuhan, pencipta langit dan Bumi bukan hanya ada disurga kekal, tapi juga di bumi Indonesia. Kiranya keadilan, kemuliaan, segala sesuatu yang meninggikan martabat manusia Indonesia, dalam persatuan, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmut terwujud di Indonesia. Biarlah jendela terbuka yang Tuhan siapkan untuk kemakmuran negri ini dapat tewujud.
Pada saat ini kami juga membawa kesedihan rakyat Indonesia yang mencintai pendidikan, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia berdoa untuk pengadilan Nadiem Makarim, Tuhan dikau tahu polemik yang terjadi atas tuntutan jaksa, yang menurut banyak saksi tidak adil, dan menurut Nadiem Makarim merupakan narasi yang taka da bukti. Kami berdoa biarlah pengadilanyang transparan terbuka untuk semua rakyat Indonesia. Tuhan kiranya juga melihat kekecewaan Nadiem Makarin yang telah berjuang untuk kemajuan pendidikan, digitalisasi pendidikan yang sangat penting dapat dihargai sepatutnya.
Kami juga berdoa jika ada oknum yang menciptakan ketidakadilan, bukti-bukti palsu Tuhan menghajar oknum itu sehingga tidak mengotori pengadilan di negri ini. Jika Tuhan menghendaki memberikan hukuman secara langsung kepada mereka yang tidak adil, dan merekayasa pengadilan untuk kepentingan tertentu, atau ada usaha makelar kasus, hukumlah mereka dengan keadilan Tuhan, supaya oknum itu bertobat dan menjalankan pengadilan yang adil.
Kami juga berdoa untuk semua orang yang tahu kebenaran dan keadilan, tapi tidak berani mengutarakan keadilan dan kebenaran, beri mereka keberanian untuk mengungkap kebenaran, dan lindungi mereka ketika membongkar ketidak adilan. Seblaiknya mereka yang terus berupaya menggelapkan bukti, dan terlibat makelar kasus hukumlah mereka jika mereka tidak bertobat, supaya mereka tidak melakukan kejahatan kepada lebih banyak orang.
Tuhan kami juga berdoa untuk seluruh keluarga Naddiem yang terpukul dengan kejadian itu, kuatkan mereka, hiburkan mereka, yakinkan mereka, Tuhan pencipta langit dan bumi berkuasa. Hukum tabur tuai biarlah ditegakkan oleh Tuhan sendiri dengan membangkitkan orang-orang jujur, adil untuk berada dalam pengadilan, dan memberikan keadilan kepada siapapun tanpa perbedaan.
Kiranya negri ini dapat keluar dari hal-hal yang memalukan bangsa dan rakyat Indonesia. Dan negri ini keluar dari kegelapan, dan menghadirkan terang, bukan hanya untuk seluruh rakyat Indonesia, tapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia.
Dr. Binsar Hutabarat
www.binsarinstitute.id/2026/05/doa-keadilan-bagi-nadiem-makarim.html
No comments:
Post a Comment